09 Agustus 2019

Tanggal 3 Agustus 2019 Ikatan Keluarga Alumni Teknologi Pertanian (IKATETA) mengadakan rapat untuk persiapan Mubes IKATETA. Masa kepengurusan alumni dimana Ketuanya Ir. Restu Wirawan sudah berakhir. Rapat persiapan Mubes dihadiri oleh representatif angkatan sekitar 40 orang di mulai dari angkatan 82 sampai angkatan 2013.
Ikatan alumni ini berasal dari alumni yang berasal dari Jurusan Mekanisasi/TEP dan THP baik yang tamat dari Fakultas Pertanian Unand dan dari Fakultas Teknologi Pertanian yang berdiri semenjak 2008.
Ketua Alumni dalam sambutan rapat persiapan Mubes menyampaikan beberapa hal yaitu kepengurusan Alumni berperan aktif dalam kegiatan Fakultas seperti memberi materi pembekalan kepada mahasiswa baru dan alumni. Dekan Fateta Dr. Ir Feri Arlius MSc menyebutkan organisasi alumni sejatinya adalah organisasi sosial dan memberi azaz manfaat serta media komunikasi  yang komunikatif seperti info lowongan kerja. 
Salah satu keputusan rapat persiapan Mubes adalah, Mubes direncanakan dilaksanakan pada 23/24 November 2019 dengan ketua panitia Mubes adalah Dr. Ferdinal Asmin STP, MSi dan sekretaris Nycke Aslina STP.

23 Mei 2019

Pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019 telah dlaksanakan serah terima jabatan ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan Fateta Unand. Penandatangan dan serah terima jabatan di pimpin oleh Dekan Fateta Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknik Pertanian yang di lantik adalah Prof Dr Santosa dan Dr Ifmalinda STP, MP, dimana keduanya menggantikan Dr. Khandra Fahmi STP, MP dan Dr Renny Eka Putri STP, MP.  Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Ketua dan Sekretaris Jurusan yang baru adalah Prof.Dr Kesuma Sayuti dan Dr. Ir Rini B, MP menggantikan Dr.Ir Alfi Asben MSi dan Wenny Surya Murtius, SPt, MP.  Jurusan yang baru berdiri dan menerima mahasiswa angkatan pertama tahun akademik 2019/2020 yaitu Jurusan Teknologi Industri Pertanian di jabat oleh Dr. Ir Alfi Asben M.Si dan Deivy Andhika Permata S.Si, M.Si.
Dalam sambutannya Dekan Fateta Dr.Ir. Feri Arlius M.Sc menyampaikan bahwa pelantikan pimpinan pada 3 jurusan ini akan membawa semangat baru untuk memajukan keilmuan Teknologi Pertanian. Kemajuan ini indikatornya  di lihat dari cepatnya penyelesaian studi, meningkatnya Indek Prestasi (IP) dan kompetensi - daya saing lulusan.
Disampaikan juga oleh Dekan Fateta bahwa di bulan November 2019 Fateta Unand akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Komunikasi Teknologi Pertanian Indonesia (FKTPI), oleh karena itu Jurusan dapat mempersiapkan agenda pertemuan dengan baik sesuai bidang keilmuan masing masing.

14 Maret 2019

Thre Bintang Fernandes, mahasiswa angkatan 2014 Teknik Pertanian Fateta Unand, yang berasal dari Bukittinggi,  dalam rangka menyelesaikan studi telah melakukan penelitian yaitu  mempelajari sifat aerodinamis dari beberapa varietas biji jagung pakan ternak di Sumatera Barat.  Sifat ini  dapat dimanfaatkan sebagai referensi  dalam perancangan alat atau mesin pascapanen jagung, seperti penentuan perbandingan  ukuran puli dari sumber tenaga kepada alat pemipil. Pengetahuan ini nantinya dapat digunakan untuk menentukan kecepatan angin yang efektif untuk proses pemisahan dari benda-benda asing. Thre melakukan penelitian dengan pembuatan perangkat pengukuran sifat aerodinamis,  mengukur sifat fisik jagung seperti diameter, massa 1000 biji, bulk densityangle of repose,angle of frictiongeometric mean diameter, dan sphericity. Pengamatan terhadap sifat aerodinamis mencakup kecepatan terminal, coefisien drag.  Hasil yang didapatkan dari pengolahan data adalah sifat aerodinamis beberapa varietas biji jagung pakan ternak meliputi kecepatan terminal dan koefisien drag, semakin tinggi level kadar air maka keecepatan teminal akan semakin meningkat. Semakin tinggi level kadar air maka koefisen drag akan semakin menurun. Thre dalam penyusunan skripsinya dibawah bimbingan Dr. Andasuryani STP, MSi dan Dr. Renny Eka Putri, STP, MP menyebutkan bahwa informasi dari penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan untuk perancangan, pengembangan alat - mesin pascapanen yang menggunakan udara/ angin untuk memisahkan bahan, serta kecepatan udara yang dihasilkan harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing varietas. Dekan  Fateta, Dr. Ir Feri Arlius, MSc menyebutkan peneltian dasar seperti ini telah menjadikan khazanah riset di Fateta  menjadi beragam, dan nantinya alat mesin pertanian yang dibuat berdasarkan pengetahuan ini akan lebih aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.