15 November 2019

Oleh: Wenny S. Murtius dan Vioni Derosya

Tak heran jika Praja Muda Karana alias Pramuka mengambil kelapa sebagai lambangnya. Kelapa memiliki banyak manfaat dan produk turunannya sebagaimana dapat dilihat pada pohon industri kelapa. Virgin coconut oil atau VCO merupakan salah satu produk olahan kelapa yang diproduksi dan dapat ditemui secara lokal dari Kelompok Wanita Tani Bengke Sakato.

UP3HP Kelompok Wanita Tani Bengke Sakato hendak melebarkan sayap produk di industri rumahan mereka yang berbasis kelapa. Berlokasi di Jorong Bengke, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, KWT Bengke Sakato selama ini telah memproduksi produk VCO, minyak tanak serta berbagai produk makanan seperti rakik kacang dan lainnya. Untuk itu, melanjutkan kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya, Ibu Neswati M.Si dan Ibu Wenny Surya Murtius MP dari jurusan termuda di Fateta Unand, Teknologi Industri Pertanian (TIP), kembali ke KWT ini untuk memberikan pelatihan pengembangan produk sabun berbasis minyak kelapa dan pendampingan BPOM pada sabtu 9 November yang lalu.

Didatangi Tim pengabdian, dosen Fateta lainnya serta mahasiswa TIP, anggota kelompok ini terlihat sangat antusias dan bersemangat baik saat mendengarkan materi maupun mencoba langsung praktik pembuatan sabun. Mereka pun berkreasi dengan menambahkan ekstrak pandan ke dalam sabun saat praktik berlangsung. Diharapkan nantinya produk sabun berbasis minyak kelapa dapat memiliki izin dan sertifikat BPOM untuk dipasarkan lebih luas. Hasilnya, nilai tambah kelapa pun dapat dinikmati oleh KWT Bengke Sakato ini.

07 November 2019

Oleh: Vioni Derosya, S.TP, M.Sc

Didasari dengan konsep pemberian nilai tambah dan inovasi bagi bahan lokal seperti gambir dan durian, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (TIP Fateta Unand) melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Badan Usaha Milik Nagari Baltim Sepakat milik Nagari Baruang-baruang Balantai Timur, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan menggunakan skema IbPSNB (Iptek bagi Masyarakat Program Studi berbasis Nagari Binaan) yang didanai oleh DIPA BUPTN 2019 pada hari Sabtu dan Minggu (2 dan 3 November 2019) yang lalu.

Adapun gambir dan durian merupakan komoditas lokal unggulan daerah Nagari Baruang-baruang Balantai Timur ini. Namun, harga gambir saat ini tidak menggembirakan. Untuk itu diperlukan inovasi teknologi untuk menghasilkan produk berbahan gambir seperti teh. Selain itu dengan berkembangnya industri pariwisata di daerah Pesisir Selatan juga membuka potensi produksi dan pemasaran produk oleh-oleh berbahan lokal seperti gambir dan durian. Untuk itu, pada hari pertama tanggal 2 Novemer 2019, materi pengolahan teh gambir diberikan oleh Bapak Prof Anwar Kasim yang juga penulis Proses Produksi dan Industri Hilir Gambir beserta tim terkait manfaat, cara pengolahan, pengemasan dan pemasaran.

Selain gambir, daerah Nagari Baruang-baruang Balantai Timur ini sangat terkenal sebagai penghasil king of fruit alias durian nan kamek sejak lama. Nilai tambah dan inovasi juga tak luput diberikan kepada buah favorit sejuta umat ini untuk diolah menjadi dodol durian. Hari kedua, 3 November 2019, dilaksanakan pemberian motivasi usaha, cara pengolahan dan pengemasan serta teknik pemasaran produk untuk dodol durian oleh dosen Jurusan TIP yaitu Bapak Dr. Gunarif Taib, yang juga pembina grup bisnis mahasiswa TIP Teenage Innovative Product serta Ibu Wenny Surya Murtius, yang juga tim pembinaan pengembangan produk usaha baru (start up) dari Science Techno Park LPPM Universitas Andalas.  

Pengabdian ini tentu saja bukan kerja sakali putuih, untuk itu Jurusan TIP dan Bumnag  Baruang-baruang Balantai Timur menuangkan kerjasama pembinaan ini dalam nota kesepahaman agar nantinya produk oleh-oleh dari gambir dan durian ini berdampak dan bernilai tambah bagi perekonomian masyarakat nagari tersebut.

​      

      

 

 

04 Oktober 2019

Air Haji (29/09)- Tim Pengabdian Masyarakat Fateta Unand mengadakan kegiatan pengabdian di Nagari Sungai Sirah, Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pada tahun sebelumnya, program pengabdian dengan tema Pelatihan penggunaan alat pirolisis dan aplikasinya untuk pembuatan sit angin ini bekerja sama dengan UPTD KPHP Pesisir Selatan, Dinas Kehutanan Sumbar juga telah dilakukan di Nagari Punggasan Timur dan Nagari Pondok Parian Lunang. Respon yang begitu baik dari kelompok tani dan programnya yang masih berlanjut sampai sekarang mendorong UPTD KPHP Pessel untuk kembali mengangkatkan tema pengabdian yang sama.

03 September 2019

Tim Fateta yang terdiri dari Rahmadanis dengan anggota Nola Resgita dan Isa Istiqomah dengan dosen pembimbing Neswati STP, MSi berhasil mendapat medali setara perak untuk kategori Poster kelompok PKM-PE 3 pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 32 yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana Bali pada tanggal 27 - 31 Agustus 2019. PKM-PE dengan judul penelitian Penjernihan Minyak Biji Karet Menggunakan Berbagai Konsentrasi Bentonit telah melewati tahapan yang panjang sebelum di nyatakan mendapat medali setara perak. Tahapan tersebut adalah seleksi internal oleh universitas, seleksi oleh KemenristekDikti untuk proposal yang akan di danai, monitering internal kegiatan PKM, dan monitering eksternal oleh riviewer KemenristekDikti untuk menseleksi PKM yang lolos ke PIMNAS. Universitas Andalas mengirimkan 9 tim untùk PIMNAS ke 32 yaitu 5 tim dari FMIPA, 3 tim FAKULTAS TEKNIK dan 1 tim FATETA.  Pada PIMNAS kali ini Unand mendapat 2 medali setara Perak yang disumbangkan oleh tim FAKULTAS TEKNIK untuk kategori PKM-M dan FATETA. Juara umum PIMNAS ke 32 adalah UGM di ikuti berturut turut IPB, UNDIP dan ITB.
Kemenangan Tim FATETA mendapatkan medali setara Perak di sambut dengan suka cita. Dekan FATETA Dr. Ir. Feri Arlius MSc sebelum kemenangan ini, sudah membuat terobosan dengan membuat kebijakan yaitu bagi ketua kelompok PKM yang menang PIMNAS dapat langsung ujian sarjana. Pertimbangan bahwa tahapan seleksi oleh reviewer sudah menunjukkan bahwa penelitian tersebut memiliki kualifikasi yang baik. Hal ini untuk mendorong percepatan masa studi dan menggiatkan kegiatan kemahasiswaan fokus pada pencapaian akademik yang terukur dan kompetitif secara nasional.
Khusus untuk ketua tim FATETA yaitu Rahmadanis yang di panggil sehari hari dengan nama Ani sudah ujian sarjana dan wisuda sebelum mengikuti PIMNAS ke 32 dengan masa studi kurang dari 4 tahun dengan predikat 'Dengan Pujian'.
Selamat untuk Ani, Nola dan Isa, semoga ke depan FATETA UNAND tetap berhasil mengirim utusan ke PIMNAS dan mendapatkan banyak penghargaan tertinggi.